Mulai dari istilah 'Bunny Teeth' sampai 'Hollywood Smile', kini banyak orang berlomba-lomba untuk mempercantik tampilan giginya dengan veneer gigi. Namun sebenarnya, amankah tindakan ini?
Veneer gigi merupakan tindakan untuk memperbaiki warna serta bentuk gigi, dengan cara mengasah permukaan email untuk kemudian ditempelkan pada pelapis tipis berbahan komposit atau porselen. Dengan tindakan ini, gigi dapat diubah bentuk dan warnanya sesuai dengan keinginan.
Baca Juga
5 Buah Terbaik untuk Pertumbuhan si Kecil
Tanda dan Gejala Preeklamsia pada Ibu Hamil
Bahaya di Balik Air Minum Kemasan Galon Isi Ulang
Tindakan Veneer gigi terbagi menjadi 2, yaitu:
Direct veneer
Veneer jenis ini dibentuk secara langsung dan segera, menggunakan bahan pelapis komposit. Karena itu, biayanya lebih terjangkau, dan hanya memerlukan 1 kali kunjungan.
Indirect veneer
Indirect veneer menggunakan pelapis berbahan porselen. Veneer jenis ini mengharuskan pasien untuk berkunjung ke dokter gigi paling tidak 2 kali, dan perlu biaya yang tidak sedikit. Namun, indirect veneer memberikan warna yang lebih stabil, dan lebih kuat terhadap abrasi (pengikisan).
Dokter gigi biasanya baru akan menyarankan Anda melakukan veneer gigi bila ditemukan hal-hal berikut:
Gigi berubah warna, dan tidak bisa diputihkan dengan prosedur bleaching atau teeth whitening.
Gigi dengan bentuk yang tidak bagus, ukuran kurang sesuai.
Celah gigi terlalu lebar.
Posisi gigi miring, namun tidak terlalu ekstrem.
Mengalami fluorosis.
Gigi patah atau rusak.
Bentuk gigi tidak rapi.
Ada juga kondisi-kondisi yang membuat veneer gigi menjadi tindakan yang sebaiknya tidak dilakukan, yakni:
Keadaan gigi depan tumpang tindih
Tidak ada space (ruang) antara gigi depan atas dan bawah
Memiliki kebiasaan menggeretakkan gigi saat tidur (bruxism)
Posisi gigi terlalu ekstrem
Jika kondisi-kondisi di atas dilanggar, bukan tidak mungkin tindakan veneer gigi justru akan membuat gigi Anda menjadi ngilu dan sensitif.
0 Response to "Baca Ini Sebelum Melakukan Veneer Gigi"
Posting Komentar